HUJAN BULAN JUNI
Karya
Sapardi Djoko Damono
SINOPSIS
Hujan Bulan Juni
adalah sebuah novel yang menceritakan Sarwono, lelaki keturunan jawa tulen,
dengan Pingkan yang sejatinya mempunyai darah Manado dari ayahnya dan darah
jawa yang berasal dari ibunya. Sarwono merupakan dosen Antropolog di sebuah
universitas. Di sanalah ia bertemu dengan Pingkan, adik sahabatnya sendiri yang
bernama Toar. Pingkan juga sebagai dosen muda Jepang di universitas yang sama.
Karena sering bertemu itulah mereka menjadi akrab. Mereka sama-sama tahu bahwa
mereka saling mencintai walau menunjukkannya dengan cara berbeda.
Cerita
cinta mereka penuh dengan liku karena banyak perbedaan; latar belakang, suku,
dan agama. Bahkan orang tua Pingkan selalu menyudutkan Pingkan agar tidak
melanjutkan hubungannya dengan Sarwono dan menjodohkan dengan lelaki bernama
Katsuo yang juga menyukai Pingkan.
Karena
Pingkan adalah orang yang pandai, ia dikirim oleh prodinya untuk melanjutkan
studi di Jepang. Sarwono merasa gamang. Terlebih saat ia mendengar bahwa
Katsuo, lelaki Jepang yang pernah dekat dengan Pingkan akan menjadi dosen di
Universitas Kyoto, kampus yang akan dimasuki oleh Pingkan.
Di
ending, diceritakan bahwa keadaan
Sarwono tidak baik-baik saja. Karena sering merokok dan ada flek di
paru-parunya, ia pun memiliki penyakit paru-paru basah. Dia harus menahan rindu
kepada Pingkan sekaligus melawan penyakitnya sendiri.
TANGGAPAN
Membaca
novel ini mengharuskan berpikir sendiri bagaiaman akhir dari kisah Sarwono dan
Pingkan. Bahasa yang digunakan cukup sulit karena hampir mendekati puisi.
Tetapi kita akan ikut hanyut dalam permainan kata yang penulis ciptakan.
Sapardi mengangkat konflik budaya dan sosial dalam novel ini, seperti perbedaan
agama dan keturunan.
Comments
Post a Comment