HARRY POTTER DAN BATU BERTUAH
Karya J.K. Rowling
SINOPSIS
Harry Potter sudah kehilangan
orang tuanya sejak ia masih bayi. Karena kedua orang tuanya dibunuh oleh
penyihir super jahat bernama Lord Voldermort. Sehingga Harry dibesarkan oleh
Paman dan Bibinya yang bernama Paman Vernon dan Bibi Petunia. Keluarga Vernon
sendiri mempunyai anak bernama Dudley. Dudley merupakan anak lelaki gemuk, manja,
dan nakal. Dalam keluarga Dudley, Harry selalu diperlakukan dengan tidak adil.
Dia ditempatkan dalam kamar kecil yang sempit. Kamar Harry Potter merupakan
kamar kecil di bawah tangga. Setiap harinya ia juga disuruh untuk melakukan
pekerjaan rumah seperti membuat sarapan, membersihkan rumah, dan sebagainya.
Ketika Dudley ulang tahun, mereka pergi ke kebun bintang. Saat di kebun
binatang, Harry terkejut saat ternyata dirinya bisa berbicara dengan seekor
ular.
Suatu ketika, ada surat yang
ditujukan untuk Harry Potter. Paman Vernon terkejut membuka surat itu dan surat
tersebut berasal dari Hogwarts. Surat yang ditujukan untuk Harry disembunyikan
oleh paman Vernon. Namun, hari demi hari surat itu terus bertambah hingga
beratus-ratus. Beratus-ratus burung hantu pun terbang di sekitar Privet Drive.
Sehingga Paman Vernon berseru kepada Bibi Petunia dan Dudley untuk segera
mengungsi di tempat lain. Maka mereka, termasuk Harry, mengungsi di tengah
laut, agar terhindar dari surat-surat yang ditujukan untuk Harry Potter. Saat
usia Harry 11 tahun, seorang manusia bertubuh raksasa datang ke rumah
pengungsian keluaga Dudley tepat tengah malam saat ulang tahun Harry. Manusia
raksasa itu bernama Hagrid. Hagrid yang diutus oleh Dumbledore menyampaikan
surat dari Hogwarts yang menyatakan bahwa Harry Potter resmi diterima menjadi
murid Sekolah Sihir Hogwarts. Dari surat pemberitahuan itu lah hidup Harry
mulai berubah. Hagrid menceritakan tentang asal-usul Harry. Tentang bagaimana
orang tuanya meninggal dan siapa sebenarnya Harry Potter sendiri. Bersama
Hagrid juga dia mengetahui bahwa ada dunia sihir dalam dunia nyatanya. Dia
diajak ke Gringots (bank dalam dunia sihir), lalu ke Diagon Alley untuk
berbelanja perlengkapan sihirnya. Dia membeli tongkat sihir, buku-buku
pelajaraan yang aneh, dan juga seragam sekolahnya yang menyerupai jubah.
Selesai berbelanja Harry meminta diantar ke stasiun kepada Paman Vernon. Dan
dengan setengah senang setengah berat hati Paman Vernon bersedia mengantar
Harry ke stasiun. Dia menunjukkan kemana dia harus pergi, yaitu menuju peron 9
¾. Dan Paman Vernon semakin mengejeknya bahwa tidak ada peron dengan nomor
tersebut. Maka ditinggalkanlah Harry sendirian. Saat dia kebingungan mengenai
peron 9 ¾, di saat yang bersamaan dia mendengar seorang wanita menyinggung
mengenai peron 9 ¾.
Dari situlah Harry berkenalan
dengan keluarga Weasley dan berkenalan dengan Ronald Weasley. Keluarga Weasley
yang merupakan keluarga dari penyihir dengan senang hati memberitahukan
bagaimana cara melewati peron 9 ¾ itu. Bersama Ron Weasley, Harry akhirnya
dapat masuk menembus tembok antara peron 9 dan peron 10. Mulai saat dia
berhasil menembusnya, petualangan yang belum dia rasakan sebelumnya akan di
mulai. Menjadi murid Sekolah Sihir Hogwarts. Sekolah Sihir Hogwarts merupakan sekolah
sihir yang sangat terkenal. Di sekolah itu Harry memulai petualangan hidupnya
yang berbeda. Harry bersahabat dengan Ron dan Hermione Granger. Dalam
perjalanan dari stasiun King’s Cross menuju Hogwarts, Ron bercerita banyak pada
Harry dan dari situlah mereka mulai bersahabat. Harry Potter sendiri merasa
pengalaman yang baru benar-benar dialaminya di Hogwarts. Mulai dari duduk
dengan Topi Seleksi di atasnya, masuk asrama Gryffindor, belajar mantra sihir,
menaiki sapu terbang, hingga menjadi Seeker di tim Quidditch. Sebuah permainan yang Harry belum
pernah mainkan.
Petualangan Harry tidak
berhenti, ia dan kedua sahabatnya memecahkan misteri tentang batu bertuah
hingga ia bertemu dengan pembunuh orang uanya. Lord Voldemort.
TANGGAPAN
Alur cerita menarik dan berurutan. Penokohannya pun
dijabarkan dengan detail. Antagonis dan protagonis sangat terlihat dari bahasa
yang digunakan. Karena ini novel fantasi, jadi latar juga berdasarkan dunia
khayalan. Temanya adalah perjuangan melawan kejahatan. Nilai moral yang
disampaikan adalah sabar dan pantang menyerah dalam membela kebenaran. Konflik
yang diangkat menimbulkan keingintahuan.
Comments
Post a Comment