SUPERNOVA: AKAR
Karya
Dee Lestari
SINOPSIS
Novel
ini merupakan novel kedua dari seri Supernova, dan masih memiliki hubungan
dengan seri Supernova: Kesatria, Putri,
dan Bintang Jatuh, di mana seorang Diva yang berpamitan pada Gio untuk
pergi ke Amazon. Di Bolivia, Gio mendengar kabar bahwa Diva dinyatakan hilang
dalam sebuah ekspedisi sungai Amazon.
Sementara
di Jakarta. Ada seorang anak yatim piatu bernama Bodhi. Saat bayi, ia ditemukan
di halaman depan wihara Pit Yong Kiong, Lawang, di bawah pohon, oleh Guru Liong
sang pengabdi wihara. Lama tinggal di wihara membuatnya hafal mantra-mantra dan
juga diajari wushu oleh Guru Liong.
Semakin tumbuh besar, Bodhi memiliki sesuatu yang tidak beres, indra keenam.
Kejadian aneh terus berlangsung selama hidupnya.
Saat
usianya 18 tahun, ia memutuskan keluar dari wihara dan memulai petualangannya
untuk mencari jati diri dengan kepalanya yang selalu dibalut bandana karena
sudah gundul sejak kecil. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Belawan. Di
sana, ia bekerja sebagai cleaning service
di sebuah penginapan kecil. Setelah bekerja tiga bulan, ia diberi sebuah tiket
kapal laut oleh turis Malaysia. Karena ia tidak memiliki identitas jelas, maka atas
rekomendasi Pak Sembiring—satpam penginapan—ia dibawa ke Ompung Berlin, pembuat
paspor palsu agar bisa pergi antarnegara. Dalam perjalanannya menuju Thailand, ia
bertemu dengan Tristan Sanders, backpacker
asal Australia dengan teman-temannya. Sampai di Bangkok, ia meneruskan
perjalannya sendiri karena harus berisah dengan rombongan Tristan.
Di
Bangkok, ia tinggal di penginapan Srinthip dan bertemu dengan Kell, pria yang
tubuhnya sudah penuh akan tato. Kell bekerja sebagai tukang tato. Ia pun
mengajari Bodhi tentang seni mentato yang baik dan indah. Lama Bodhi belajar,
akhirnya ia pun bekerja sebagai tukang tato. Suatu saat, di penginapannya,
kedatangan wanita cantik turis Hollywood bernama Star. Star minta ditato oleh
Bodhi di bagian payudara, dengan imbalan seratus dolar. Selama mentato, Bodhi
berusaha menahan diri karena Star terus menggodanya. Ia mengucap mantra yang
sering diucapkannya di wihara untuk menyucikan diri. Ia sempat terbuai dengan
rayuan Star, tapi akhirnya Bodhi bisa menahan diri. Selesai mengerjakan tato
yang bergambar akar, Bodhi mendapati bahwa Star sudah check out dari Srinthip dengan nama Ishtar Summer.
Bodhi
dan Kell akhirnya bersepakat untuk berpisah dan keluar dari Srinthip dengan
janji akan bertemu lagi. Dari Bangkok, Bodhi menyeberang ke Laos untuk
mengunjungi beberapa tempat wisata dengan uang yang diupahkan oleh Star. Namun ia
ketiban sial. Uang yang dimilikinya tanpa sengaja terbawa oleh seorang anak
yang menguntitnya sejak perjalanan ke penginapan, belum lagi uang sisanya pun
habis dibohongi oleh sopir truk yang berdalih ingin mengantarnya ke Golden
Triangle, perbatasan Myanmar, Laos, Thailand. Dalam masa kebingungannya, ia
bertemu pria tua yang ternyata pengasuh Bob Marley, pengarang lagu yang sering
disenandungkan oleh Kell. Pria tua itu memberi uang seadanya kepada Bodhi.
Dengan itulah ia bisa sampai di perbatasan. Di sana, ia kembali bertemu dengan
Tristan Sanders dan diajak untuk bekerja sebagai pemetik mariyuana. Gajinya
cukup besar yaitu 700 dolar US per-minggu.
Setelah
mendapat uang yang cukup, Bodhi dan Tristan keluar dari pekerjaan itu. Mereka
berpisah tujuan. Mengingat jasa Kell, akhirnya Bodhi memilih kembali ke Bangkok
untuk mencari pria itu. Namun tidak ditemukannya Kell di Bangkok. Setelah
mencari informasi, akhirnya Bodhi pergi ke Kamboja. Dalam perjalanannya, ia
mendapati banyak rintangan. Hampir dibunuh dan diselamatkan oleh Sorn Sum, yang
ternyata memiliki banyak utang dan dikejar banyak orang. Bodhi menjadi taruhan
dan harus terjun ke ring dalam perkelahian. Karena ia bisa bermain wushu, akhirnya ia memenangkan
pertandingan dan langsung menyelamatkan diri. Di tengah larinya, ia disetop
oleh seorang wanita. Ternyata Bodhi hampir menginjak ranjau. Bodhi diajak oleh
wanita itu—bernama Epona—untuk ke markas. Dan di sana, ia bertemu dengan Kell.
Beberapa
hari kemudian mereka berangkat ke Battambang untuk mereparasi peralatan
penjinak ranjau. Mereka mampir ke suatu unit yang bermasalah. Di sana,
tiba-tiba ada ledakan ranjau yang hebat. Bodhi langsung berlari mencari Kell
yang tadi sempat ke kamar kecil. Tetapi dari 20 meter ia bisa melihat Kell
terbujur penuh darah dengan kaki yang remuk dan putus. Dengan nekat, Bodhi
menyusuri daerah penuh ranjau itu demi menyelamatkan Kell. Tetapi Kell tidak
ingin diselamatkan. Ia hanya ingin melengkapi tubuhnya dengan tato di bagian
yang masih kosong. Bodhi melakukannya dengan gemetar, di saat keadaan Kell yang
sudah hampir mati. Bodhi menangis saat menyelesaikan pekerjaannya, melengkapi
tato ke 618 di tubuh Kell sesuai cita-cita Kell. Dan pada akhirnya, Kell
meninggal.
Setelah
itu, Bodhi tinggal di Jakarta, bekerja sebagai tukang tato dan kerja sampingan
sebagai pengelola radio gelap khusus musik punk
milik Bong. Suatu hari ia tertarik untuk mendatangi sebuah warnet click 24 jam. Secara tidak sengaja, ia
menemukan dokumen yang membuatnya bingung. Siapa ‘S’? Petir … Asko … matahari
kelima … poros keempat … tiga teman? Siapa AKAR? Siapa yang dimaksudkan dalam
surat itu?
TANGGAPAN
Latar
dalam novel ini dijabarkan sangat mendetail, termasuk penggambaran bagian jalan
terkecil sekalipun. Hampir semuanya fungsional, seperti saat di Golden Triangle
dengan orang-orangnya yang bekerja memetik ganja dan mengisapnya.
Tokoh dalam novel ini masih sedikit menggunakan tokoh di seri pertama Supernova,
walaupun hanya sebagai tokoh tambahan dan muncul di bagian pembuka. Namun
itulah penghubung antara semua tokoh pada akhirnya. Teknik pelukisan tokoh
dilakukan dengan cara dialog, tingkah laku, reaksi tokoh, dan reaksi tokoh di
sekelilingnya. Alur yang digunakan pun baik. Terutama saat Bodhi menceritakan
kisah hidupnya melalui kegiatan semacam pemberian inspirasi untuk anak-anak dan
terjadilah kilas balik. Untuk hal moral masih tentang pencarian arti hidup
dengan dibumbui tema berbau sains, politik, dan misteri.
Comments
Post a Comment